Wisata Kampoeng Dolanan

Wisata Kampoeng Dolanan

Banyak orang Indonesia tidak tahu apa pentingnya sebuah budaya dan kebiasaan yang mencirikhaskan Indonesia, seperti hal yang sepele saja sekitar 10 tahun yang lalu anak- anak kecil bahkan anak dewasa mengisi waktu luangnya dengan bermain mainan tradisonal seperti bedhilan, othok- othok, egrang, wayang angkrek, motor othok- othok dll, tapi dengan maju majunya zaman kebiasaan dan kebudayaan itu mulai punah. Padahal permainan seperti itulah yang hanya dimiliki oleh Indonesia, anak anak sekarang ini seolah olah di bius oleh kemudahan  menggunakan jasa teknologi modern.

Namun di Indonesia sendiri tepatnya di Daerah Istimewa Yogyakarta dusun Pandes Panggungharjo Sewon, Bantul Yogyakarta masih ada yang namanya ‘Kampoeng Dolanan“, kampung ini merupakan kampung yang masih mementingkan budaya Indonesia, dimana kampung ini didirikan dengan tujuan melestarikan kebudayaan Indonesia yang kaya itu, melalui kampoeng dolanan ini juga bertujuan agar orang yang melihat dan bersinggah di kampung ini terbuka hatinya dan tertarik akan mencoba dolanan dolanan tradisional di Indonesia dengan orang tertarik dan mencobanya maka budaya seperti ini tidak akan punah bahkan bisa berkembang.

Di kampung ini tidak hanya berisikan mainan mainan saja tapi, semua orang yang datang bisa berinteraksi langsung dengan pengrajin mainan tradisional ini, sehingga seseorang bisa mendapatkan wawasan tentang mainan tradisional ini. Seperti halnya  belajar langsung dengan pembuat wayang kulit, maka kita dapat mengetahui bagaimana proses pembuatanya. Nah pertanyaan itu sudah bisa terjawabkan kalau kita berkunjung ke kampoeng dolanan ini. Yang unik dari kampoeng dolanan ini yaitu  rata- rata para pengrajin mainan tradisional ini adalah nenek atau kakek yang berkisar berumur 70 tahun, tapi walaupun umurnya sudah tua hasilnya tidak kalah bagusnya dengan orang- orang yang lebih muda di bawahnya.pengrajin maianan tradisional ini walaupun sudah tua tapi masih semangat untuk membuat maianan tradisional dan mewariskannya.

Tidak hanya mainan tradisional saja yang disuguhkan dalam kampoeng dolanan ini upacara- upacara jawa juga ada seperti Tedhak Siten, kirab gunungan dolanan, pentas seni budaya warga Pandes, bazaar mainan tradisonal, kuliner jadul, kreasi musik bamboo, tari dan tembang dolanan, dan serangkaian lomba. “Nah kegiatan itu merupakan serangkaian kegiatan yang ada pada Festival Budaya Kampoeng Dolanan, saya masih ingat sekali tepatnya hari Jumat tanggal 29 November 2013 saya menghadiri upacra pembukaan Festival ini. Festival ini berlangsung selama 3 hari yaitu dari tanggal 29 November sampai dengan tanggal 1 Desember 2013. Pengalaman ini tak akan terlupakan dalam benakku, saya merasa sangat gembira melihatnya”, ujar penulis.

Dengan adanya kampoeng dolanan ini bertujuan untuk melestarikan budaya Indonesia, mengenalkan dolanan/maianan tradisional dan budaya  jawa ke seluruh Indonesia bahkan manca Negara, dan yang harus diingat bahwa dolanan/ mainan tradisional tidak kalah menariknya dengan mainan jaman sekarang. Dolanan ini juga merupakan aset budaya Indonesia.. Kita sebagai generasi penerus bangsa haruslah menjunjung tinggi budaya Indonesia jangan sampai punah, sekaranglah saatnya melakukan perubahan, dan kita yang harus melakukan perubahan itu.

Leave Yours +

No Comments

Leave a Reply

* Required Fields.
Your email will not be published.